
Pancaran gelombang ultrasonic tersebut akan terus dipancarkan menyeluruh dan meluas dalam jangakauannya. Kemudian ketika pancaran gelombang ultrasonic tersebut menabrak sebuah objek tertentu, maka pancaran gelombang ultrasonic tersebut akan terhenti dan dengan kemudian berbalik arah menuju alat penerima sinyal ultrasonic atau lebih dikenal dengan istilah receiver yang terdapat pada sensor jarak. Pada saat itu juga receiver akan memberikan data dari hasil tangkapan gelombang ultrasonic tadi kepada mikro kontroler yang kemudian oleh mikro kontroler akan diproses menjadi sebuah data mengenai bentuk objek dan jarak dari objek yang tersentuh gelombang ultrasonic tadi. Jaraknya gelombang yang dipancarkan oleh transmitter tergantung pada alat yang digunakan.
Jenis selanjutnya dari sensor jarak adalah sensor infra merah. Perbedaan sensor infra merah dengan sensor ultrasonic sendiri sebenarnya sangat kecil, karena perbedaannya hanya terletak pada cara kerjanya. Apabila pada sensor ultrasonic mempergunakan gelombang ultrasonic untuk mendeteksi sebuah objek pada jarak tertentu. Maka pada sensor infra merah, untuk dapat mendeteksi sebuah objek dan mendapatkan gambaran serta jaraknya adalah dengan menggunakan panas tertentu dari sebuah benda atau objek. Setiap suhu panas dari suatu objek akan tertangkap oleh sensor infra merah karena infra merah menggunakan sumber utamanya yaitu radiasi panas atau juga radiasi termal. Sensor ini biasanya digunakan sebagai indra penglihatan dari robot seperti layaknya sebuah mata pada manusia.
Demikian penjelasan singkat mengenai sensor jarak, semoga artikel ini dapat berguna dan bermanfaat bagi anda semua. Baca juga artikel menarik lainnya, seperti Sensor Ultrasonik, Sensor Cahaya, Sensor Tekanan, Sensor Suhu dan Sensor Suara.